Wisuda Nasional Guru Ngaji: Momentum Haru di Masjid Istiqlal

Peristiwa 07 May 2026 03:33 4 min read 90 views By gusisqowi

Share berita ini

Wisuda Nasional Guru Ngaji: Momentum Haru di Masjid Istiqlal
Wisuda Nasional Guru Ngaji di Masjid Istiqlal 2026 oleh Timnas PMPAI dihadiri 433 guru ngaji dan Menteri Agama. Momen haru dan lahirnya GEMA Al-Qur’an.

Wisuda Nasional Guru Ngaji: Momentum Haru di Masjid Istiqlal, " Gema Menjaga Kalam, Menyinari Zaman” Menggetarkan Indonesia "

 

Jakarta, 2 Mei 2026 — Suasana Masjid Istiqlal hari itu terasa berbeda. Lantunan syukur, haru, dan kebanggaan menyatu dalam satu momentum bersejarah: Wisuda Nasional Guru Ngaji yang diselenggarakan oleh Tim Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Al-Qur’an Indonesia (Timnas PMPAI). 

 

Sebanyak 433 guru ngaji dari berbagai pelosok daerah di Indonesia hadir memenuhi ruang utama masjid kebanggaan bangsa tersebut. Mereka datang bukan sekadar untuk diwisuda, tetapi untuk dimuliakan—atas dedikasi panjang dalam mengajarkan Kalamullah di tengah masyarakat.

 

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA , yang memberikan apresiasi mendalam kepada para guru ngaji sebagai pilar penting dalam membangun moral dan karakter bangsa. 

 

“Peran guru ngaji adalah bagian dari fondasi penting kehidupan berbangsa yang harus terus diperkuat,” ujar Menag dalam sambutannya pada Wisuda Nasional Guru Ngaji Al-Qur’an di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (2/5/2026), dengan tema *“Menjaga Kalam, Menyinari Zaman.”*

 

Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji, termasuk akses perlindungan sosial seperti BPJS.

 

“Kita terus mendorong agar para guru ngaji mendapat perhatian yang lebih baik, termasuk akses perlindungan seperti BPJS,” tambahnya.

 

Lebih jauh, Menag menekankan bahwa tugas guru ngaji bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjaga nilai, adab, dan keberlanjutan tradisi keilmuan Islam di tengah derasnya perubahan zaman.

 

 “Menjaga kalam berarti menjaga agar Al-Qur’an terus dipahami, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

 

 Gema Gema Al-Qur’an dan Gerakan Memuliakan Guru Ngaji

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Timnas PMPAI, Drs. KH. Mustafa Kamal Rutfi, menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya acara ini dengan khidmat.

 

Beliau juga menegaskan lahirnya semangat baru melalui program GEMA Al-Qur’an (Gerakan Memuliakan Guru Ngaji) sebagai bentuk ikhtiar memuliakan para pendidik Al-Qur’an di seluruh Indonesia. 

 

Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan penggerak dakwah Al-Qur’an dari berbagai daerah, di antaranya Drs. KH Mustofa Kamal, Drs KH Mangun Budiyanto, Dr KH An-Nuri, Drs Yusa’ Fathudin, Kang Wuntat (Juru Kisah Nasional), Bang Anggi (Founder Masjid Sejuta Pemuda), Ir. Abdul Kholiq, serta para pegiat dakwah yang telah malang melintang sejak era 80-an.

 

Momentum Kebangkitan Seperti Era Iqro 

 

Dalam kesempatan terpisah, salah satu praktisi dakwah Al-Qur’an sekaligus pengurus Timnas PMPAI, Gus Isqowi, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya acara ini.

 

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung acara ini. Jauh - jauh hari bertekad  untuk bisa hadir di Istiqlal, namun karena ada agenda di Bogor , dengan sangat menyesal  tidak bisa menghadiri momentum yang sangat spektakuler ini,” ujarnya pelan di sela - sela kegiatan selama dua hari di Hotel Lorin Bogor. Lebih jauh, guru ngaji yang bersahaja dan hidup sangat sederhana ini berharap agar momentum ini menjadi titik kebangkitan gerakan besar pendidikan Al-Qur’an di Indonesia.

 

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan gerakan yang luar biasa, seperti dulu gerakan metode Iqro’ di era 90-an,” ungkapnya penuh harap.

 

Istiqlal Menjadi Saksi 

 

Wisuda ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah simbol penghormatan. Simbol bahwa di balik kuatnya bangsa, ada tangan-tangan sederhana para guru ngaji yang setia membimbing huruf demi huruf Al-Qur’an di surau, mushola, dan rumah-rumah kecil di pelosok negeri.

 

Dari Masjid Istiqlal, gema itu terdengar jelas:

 

" Menjaga Kalam. Menyinari Zaman."

 

Dan dari sana pula, harapan baru Indonesia yang lebih beradab dan Qur’ani kembali dinyalakan. 

AzkaNova
Chat with us on WhatsApp