Menghidupkan Tradisi, Membangun Peradaban dari Balik Mihrab Masjid Jabal Nur

Peristiwa 16 Jun 2026 21:37 3 min read 172 views By Gus Isqowi
Menghidupkan Tradisi, Membangun Peradaban dari Balik Mihrab Masjid Jabal Nur
Dari Magrib Mengaji, Menuju Generasi Qur'ani.

Menghidupkan Tradisi dari Mihrab Jabal Nur, DMI Tangsel Sukses Gelar Gerakan Magrib Mengaji ke-27 

TANGERANG SELATAN – Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema syahdu di kawasan Cluster Harmonia Villa Pamulang, Pondok Benda, Kecamatan Pamulang pada Selasa (16/6/2026) malam. Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membina umat dengan menggelar Gerakan DMI Magrib Mengaji yang ke-27. 

Bertempat di Masjid Jabal Nur, gerakan ini menjadi ikhtiar berkelanjutan untuk menghidupkan kembali budaya mengaji selepas salat Magrib—sebuah tradisi luhur yang mulai mengikis di era modern — sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. 

Diawali Salat Berjamaah dan Simbolisasi Estafet Dakwah

Khusyuk dan khidmat, rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Salat Magrib berjamaah yang diimami langsung oleh KH Humaidi, SQ .  Usai ibadah, suasana hangat langsung terasa saat pembawa acara membuka jalannya kegiatan formal yang dihadiri oleh pengurus DMI, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. 

Sebagai tuan rumah sekaligus nakhoda perhelatan ini, Ust. Ir. H. Ali Akbar, M.Si., MM., yang mengemban amanah ganda sebagai Ketua Panitia Gerakan DMI Magrib Mengaji sekaligus Ketua DKM Masjid Jabal Nur, memberikan sambutan pembuka yang penuh semangat kemasjidan. Sambutan berikutnya di sampaikan oleh Ust. Andri Saputra,S.Kom,M.Kom selaku sekretaris DMI Kota Tangerang selatan menuturkan banyak hal terkait perkembangan DMI. 

Momen penting terjadi saat prosesi penyerahan puji dan apresiasi berupa buah tangan religi. PD DMI Kota Tangerang Selatan menyerahkan cenderamata berupa dua dus Al-Qur'an mushaf kepada pengurus DKM Masjid Jabal Nur. Prosesi yang khidmat ini disaksikan langsung oleh tokoh yang mendampingi, di antaranya Ust. Mahmud, Ust Endang , Kolonel Hilmi  dan segenap ketua PC DMI  yang ada di Kota Tangerang selatan . 

Larut dalam Kekhusyukan Al-Qur'an

Memasuki agenda inti, suasana dalam masjid berubah menjadi ruang halakah yang teduh saat KH. Humaidi, SQ kembali tampil untuk memimpin sesi Magrib Mengaji. Dengan kompetensi keilmuan Al-Qur'an yang kuat, alumni PTIQ tersebut  membimbing jamaah — dari lintas usia — untuk bersama-sama melantunkan, mendalami, dan mentadaburi kandungan ayat suci. Pendekatan yang interaktif dan penuh kekeluargaan ini berhasil memantik kembali kerinduan jamaah akan tradisi mengaji ba'da magrib. 

Menutup malam yang berkah tersebut, seluruh jamaah melaksanakan Salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang hangat guna mempererat silaturahmi antarwarga dan jajaran pengurus DMI. Dan tidak lupa sebagai penutup sesi foto bersama dan yel -yel DMI di komandoi oleh ketua DMI Kota Tangerang Selatan KH DRS Heli Slamet, M.Si

Kembali ke Khitah: Dari Masjid untuk Peradaban

Selaku Koordinator Gerakan, Ir. H. Ali Akbar menegaskan bahwa gerakan ke-27 ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah taktis untuk menjawab tantangan zaman di mana gawai sering kali mengalihkan waktu produktif keluarga muslim selepas senja. 

"Gerakan ini adalah ikhtiar bersama untuk mengembalikan tradisi mengaji di waktu Magrib yang mulai berkurang di sebagian masyarakat. Melalui gerakan ini, DMI berharap masjid semakin hidup, jamaah semakin dekat dengan Al-Qur’an, dan nilai-nilai keislaman semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya mantap.

Dengan jargon yang terus digaungkan, “Dari Masjid untuk Peradaban, Dari Al-Qur’an untuk Kehidupan,” Gerakan DMI Magrib Mengaji ke-27 di Masjid Jabal Nur Harmonia menorehkan catatan penting bagi wajah religiusitas Kota Tangerang Selatan: bahwa pembangunan peradaban yang berakhlak mulia selalu dimulai dari kemakmuran masjidnya. 

Penulis adalah Gus Isqowi , Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai dan Pengasuh Majlis Pulang, penggagas Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual, serta arsitek gerakan dakwah dan pemberdayaan ustadz.

Chat with us on WhatsApp