Dr. Muhammad Zen: Masyarakat Menaruh Harapan Besar pada Instrumen Ziswaf

Peristiwa 15 Jun 2026 16:32 3 min read 71 views By A. Jasmine
Dr. Muhammad Zen: Masyarakat Menaruh Harapan Besar pada Instrumen Ziswaf
"Menguatkan Umat Melalui Zakat, Wakaf, dan Edukasi."

Dr. Muhammad Zen: Masyarakat Menaruh Harapan Besar pada Instrumen Ziswaf

JAKARTA – Laboratorium Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar Seminar Nasional Literasi Ziswaf pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Auditorium FDIKOM UIN Jakarta tersebut mengangkat tema besar “Sinergi Dakwah, Wakaf, dan Industri Keuangan Syariah dalam Meningkatkan Literasi serta Pengembangan Ekonomi Umat.”

Sejak pagi hari, ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, pegiat dakwah, hingga masyarakat umum tampak memadati ruangan seminar. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perkembangan ekonomi syariah, khususnya instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Manajemen Dakwah UIN Jakarta, Dr. Amirudin, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam memperkuat literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat. 

Seminar yang dipandu oleh Nyi Ayu Khoffifah, S.Ag. sebagai moderator ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi. 

Deddy Fenalosa, Direktur Utama Inisiatif Wakaf, menjelaskan besarnya potensi wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, Hasbie Sukaton, Head of Mutual Fund Strategy & Partnerships Trimegah Sekuritas, memaparkan bagaimana integrasi antara keuangan syariah dan instrumen investasi modern seperti reksa dana syariah dapat membuka peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan aset secara halal dan produktif.

Sedangkan Dr. H. Muhammad Zen, M.A., Pakar Ekonomi Islam sekaligus Dai Internasional, memberikan perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara dakwah dan ekonomi syariah. Menurutnya, penguatan ekonomi umat tidak hanya membutuhkan instrumen keuangan yang baik, tetapi juga edukasi dan kesadaran masyarakat yang berkelanjutan.  

Pertanyaan Kritis dari Akar Rumput

Suasana seminar semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah seorang peserta maju ke depan dan menyampaikan pertanyaan yang mendapat perhatian besar dari peserta maupun narasumber.  

"Sejauh mana efektivitas lembaga keuangan syariah yang ada saat ini mampu menjawab keluhan nyata masyarakat di akar rumput terkait himpitan ekonomi? Apakah badan wakaf bisa menjadi pintu masuk atau solusi yang lebih efektif sekaligus menyentuh mereka secara langsung, mengingat selama ini banyak bantuan yang tidak tepat sasaran?"

Pertanyaan tersebut memantik diskusi yang cukup mendalam. Para panelis sepakat bahwa sinergi antara lembaga amil, badan wakaf, dan industri keuangan syariah perlu terus diperkuat agar program-program ekonomi umat dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.

Menurut para narasumber, konsep wakaf produktif memiliki keunggulan karena pokok dananya bersifat abadi, sementara manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional, wakaf produktif dinilai mampu menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan ekonomi masyarakat. 

Suasana Hangat dan Penuh Keakraban

Selain berlangsung ilmiah dan berbobot, seminar ini juga terasa hangat dan cair. Salah satu peserta undangan khusus, Gus Isqowi, Founder Rumah Dai, Pengasuh Majlis Pulang, sekaligus Maestro Doa Muhasabah, mengamati bahwa para narasumber mampu membangun komunikasi yang dekat dengan peserta.

Beberapa humor dan cerita ringan yang disampaikan para pembicara, khususnya oleh Dr. Muhammad Zen, beberapa kali memancing gelak tawa peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan civitas akademika. Suasana yang interaktif tersebut membuat materi yang cukup berat menjadi lebih mudah dipahami dan dinikmati.

Seminar Nasional Literasi Ziswaf ini ditutup dengan sesi foto bersama, pembagian materi, serta pembagian snack kepada peserta. Melalui kegiatan ini, FDIKOM UIN Jakarta bersama Inisiatif Wakaf berharap literasi Ziswaf tidak berhenti pada tataran akademik semata, melainkan mampu menjadi gerakan nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. 

Chat with us on WhatsApp