Ketika S3 dan S4 Manggung di Satu Kampung: Menghidupkan Semangat Subuh dan DNA Spiritual di Cendana Residence

Peristiwa 23 May 2026 17:50 3 min read 189 views By Ayah Mayang

Share berita ini

Ketika S3 dan S4 Manggung di Satu Kampung: Menghidupkan Semangat Subuh dan DNA Spiritual di Cendana Residence
“Saat Subuh Menyatukan Gerakan, Menghidupkan Kesadaran.”

Ketika S3 dan S4 Manggung di Satu Kampung: Menghidupkan Semangat Subuh dan DNA Spiritual di Cendana Residence

 

Sabtu, 23 Mei 2026 menjadi momen yang disebut banyak jamaah sebagai peristiwa yang penuh makna. Qadarullah, dua gerakan shalat Subuh yang selama ini tumbuh di Tangerang Selatan— S3 (Semangat Sabtu Subuh) dan S4 (Semangat Safari Sholat Subuh) — tampil di jam, hari, tanggal dan tahun yang sama di komplek yang sama yaitu Komplek  Cendana Residence, belakang kantor Wali Kota Tangerang Selatan. 

 

Dua Gerakan, Satu Semangat Subuh 

 

Dalam kegiatan tersebut, Safari Sabtu Subuh (S3) FMMB digelar di Masjid Al Istiqomah Cendana Residence bersama Ustadz Dr. H. M. Anwar Lc., MM, dengan tema “Tafsir Al-Qur’an Tematik: Berpegang Teguh kepada Agama Allah.”

 

Sementara itu, S4 yang mengadakan safari nya di Masjid Al - Muhajirin menghadirkan narasumber Ust. HRT Isqowi Indaddien Masya yang akrab disapa Gus Isqowi, dengan tema Mengaktifkan Kembali DNA Spiritual.

 

Ice Breaking Kunci dan Makna Gravitasi Kehidupan 

 

Dalam sesi pemaparan nya , Gus Isqowi memulai dengan ice breaking sederhana: menjatuhkan sebuah kunci ke bawah. Momen kecil itu menjadi ilustrasi hukum alam bahwa setiap benda akan jatuh ke bawah karena adanya gaya gravitasi bumi. Ia kemudian menjelaskan secara ilmiah bahwa fenomena tersebut dapat digambarkan melalui rumus gravitasi sebagai gaya tarik bumi terhadap benda bermassa. 

 

Lebih jauh, guru ngaji yang mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa itu mengajak jamaah memahami makna yang lebih dalam. Menurutnya, sebagaimana manusia memiliki DNA biologis sebagai kode tubuh, Allah juga menanamkan DNA spiritual dalam diri manusia yang disebut fitrah

 

Fitrah tersebut dipahami sebagai kecenderungan dasar manusia untuk kembali kepada Allah. Dalam analogi yang disampaikan, hal itu seperti “gravitasi spiritual” yang tidak menarik ke bawah seperti gravitasi bumi, tetapi justru mengarahkan hati manusia untuk naik dalam kesadaran menuju Sang Pencipta. 

 

Dua Tarikan dalam Kehidupan Manusia

Ia menegaskan bahwa manusia tidak hanya hidup dalam hukum fisika, tetapi juga dalam dorongan spiritual yang membimbing kepada kebaikan, ketenangan, dan kesadaran ilahi. 

 

Penutup dan Kegiatan Sosial

 

Di akhir sesi, ada jamaah menyampaikan rasa penasaran dan harapan agar kajian dengan tema serupa dapat kembali digelar di kesempatan berikutnya. Usai kajian S4, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pasar Bahagia, yaitu konsep belanja sayur dengan doa. Selain itu juga digelar pengobatan thibun nabawi yang dikoordinir oleh Bunda Maharani dan Haji Sugeng, serta cek kesehatan gratis bagi warga sekitar. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam bentuk kajian, tetapi juga dalam sentuhan sosial yang menyejukkan dan membahagiakan masyarakat. ( Tangsel , 23 Mei 2026 )

AzkaNova
Chat with us on WhatsApp