Israel Intersep Armada Gaza, Amil Senior Dompet Dhuafa Serukan Perang Narasi: "Jika Dunia Bungkam, Kita Tidak Boleh Diam!"
Israel Intersep Armada Gaza, Amil Senior Dompet Dhuafa Serukan Perang Narasi: "Jika Dunia Bungkam, Kita Tidak Boleh Diam!"
JAKARTA — Ketegangan memuncak di jalur kemanusiaan menuju Gaza setelah militer Israel dilaporkan melakukan aksi represif terhadap armada Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Mediterania. Aksi pembajakan ini tidak hanya menahan laju kapal, tetapi juga berdampak pada tertahannya Land Convoy (konvoi darat) yang membawa bantuan logistik krusial bagi warga Palestina.
Merespons situasi darurat ini, gelombang perlawanan dan dukungan moral terus mengalir dari tanah air. Para tokoh agama dan kemanusiaan menyerukan gerakan solidaritas global untuk memecah kebuntuan diplomasi.
Seruan Ulama: Lawan Kedzaliman dengan Kekuatan Narasi
Di saat yang sama dengan terjadinya insiden di laut, amil senior yang telah lama berkhidmat di Dompet Dhuafa, KH. Ahmad Fauzi Qosim, M.A., M.M., bersama Kyai Imam Al Faruq, mengeluarkan pernyataan bersama yang membakar semangat kepedulian masyarakat.
Mereka menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bergerak aktif menyuarakan dukungan, terutama melalui media dan ruang digital, guna melawan upaya pembungkaman terhadap isu Gaza.
"Yuk kita dukung dan kita syiarkan. Jika dunia bungkam atas semua kedzaliman yang terjadi, kita tidak boleh diam! Kita harus terus melawan dengan kekuatan narasi perlawanan," tegas KH. Ahmad Fauzi Qosim dan Kyai Imam Al Faruq dalam pernyataan bersamanya.
Menurut mereka, ketika jalur fisik dihambat oleh militer Israel, maka jalur informasi dan opini publik harus diperkuat agar mata dunia tetap tertuju pada krisis kemanusiaan di Palestina.
Kronologi Intersepsi: Relawan Dompet Dhuafa dan Jurnalis Ditahan
Aksi militer Israel kali ini menyasar sejumlah kapal dalam iring-iringan armada GSF. Di antaranya adalah pembajakan terhadap Kapal Bait Hanoun (Zefiro). Di dalam kapal tersebut, terdapat dua aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang merupakan kader terbaik Global Partnership for Palestine and Al-Quds Institutions (GPCI) - Dompet Dhuafa, yaitu Ustadz Heman Budianto Sudarsono dan Ustadz Ronggo Wirasanu.
Selain relawan Dompet Dhuafa, lima WNI lainnya yang terdiri dari jurnalis media nasional dan aktivis juga dilaporkan ditahan di beberapa kapal berbeda:
- Kapal Josef: Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan)
- Kapal Bolarize: Bambang Noroyono (Jurnalis Republika)
- Kapal Ozgurluk: Andre Prasetyo (Jurnalis TV Tempo), Thoudy Badai (Jurnalis Republika), dan Heru Rahendro (Jurnalis iNews).
Sementara itu, empat WNI lainnya dikabarkan masih terus berjuang melanjutkan pelayaran menuju Gaza.
Parlemen Desak Kemlu Ambil Langkah Diplomatik Maksimal
Arogansi Israel ini memicu reaksi keras dari parlemen. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., menegaskan bahwa tindakan Israel menangkap warga sipil internasional dan jurnalis telah mencederai hukum humaniter internasional. >
“Mereka bukan kombatan, melainkan relawan kemanusiaan dan jurnalis yang membawa pesan solidaritas kemanusiaan dunia,” ujar Syahrul melalui sambungan telepon dari Arab Saudi.
BKSAP DPR RI mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) untuk segera melakukan diplomasi total dengan melibatkan PBB dan organisasi internasional guna memastikan keselamatan serta pembebasan seluruh WNI yang ditahan.
Meskipun dihadapkan pada blokade darat dan laut, para tokoh sepakat bahwa amanat konstitusi Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia tidak akan surut oleh intimidasi militer. ( Pamulang 20 Mei 2026 )
Related Articles